Sunday, April 26, 2009

KEANEKARAGAMAN HAYATI (BIODIVERSITAS)







1. Keanekaragaman disebabkan oleh 2 (dua) factor: genotip (keturunan) dan habitat (lingkungan) yang saling berinteraksi membuentuk fenotip (sifat yang muncul/ tampak) F = G +L

2. keanekaragaman pada makhluk hidup meliputi : bentuk, warna, dan ukuran

3. tingkat Biodiversitas meliputi keragaman gen (menyebabkan keanekaragaman dalam satu spesies), jenis (menampakkan perbedaan antara satu spesies dengan spesies lain), dan ekosistem ( semakin beranekaragam anggota dalam ekosistem menunjukkan semakin stabilnya ekosistem)

4. ciri keanekaragaman yang terjadi di Indonesia
a. keanekaragaman hayati tinggi
b. banyak hewan dan tumbuhan langka
c. banyak flora dan fauna endemik
d. tempat penyebaran tumbuhan Indo-Malaya (malesiana) yang terluas
memiliki hewan tipe Oriental (ASIA), peralihan, dan Australia

Oriental (ASIA) Peralihan Australia
Banyak mamalia Besar Hewan langka (hanya terdapat di Indonesia) Mamalia kecil
Berbagai macam kera Banyak hewan berkantung
Terdapat banyak jenis primata (monyet) Tidak ada spesies kera
Burung berwarna kurang menarik tapi dapat berkicau Burung berwarna menarik, tapi tidak dapat berkicau
Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali Sulawesi, nusa tenggara timur Irianjaya, Maluku
Gajah, harimau (Phantera tigris), perkutut, badak, orang utan Anoa, Cendrawasih, platypus (mamalia yang bertelur), koala, kiwi
Garis batas antara Indonesia barat dan tengah disebut Garis Webber, sedang Indonesia tengah dan timur disebut Garis Wallace

5. Manfaat Biodiversitas
a. sumber pangan, ekonomi, kesehatan, perumahan
b. sumber plasma nutfah
c. ekologis (ekosistem)
d. keilmuan, keindahan, budaya

6. Klasifikasi
Berdasarkan persamaan, perbedaan manfaat, ciri morfologi dan anatomi, ciri biokimia. Terdapat 3 (tiga) dasar sistem klasifikasi dan macam sitem klasifikasi: sistem alami, sistem artifisial, sistem filogenetik.

Tahapan Klasifikasi
Pencandraan sifat-sifat makhluk hidup
Pengelompokkan berdasar ciri yang diamati
Pemberian nama (nomenklatur)

7. Tatanama ”Binomial nomenklatur” oleh Carolus Linnaeus
a. terdiri dari 2 (dua)kata latin atau yang dilatinkan
b. kata I (pertama) menunjukkan genus (diawali huruf besar)
c. kata II (kedua) menunjukkan spesies (ditulis dengan huruf kecil semua)
d. kata III (ketiga), jika ada menunjukkan varietas atau nama penemu
e. penulisan dibedakan dengan kata lain ( dicetak tebal/ Bold, miring/ italic, digaris bawah/ underline)
contoh: belinjo: Gnetum gnemon, padi: Oryza sativa, bekicot: Achathina fulica
Manfaat klasifikasi: mengetahui manfaat masing-masing jenis organisme bagi manusia; diketaui hubungan ketergantungan antar makhluk hidup dan kekerabatan masing-masing organisme.

Urutan Taksonomi
HEWAN TUMBUHAN
Kingdom Kingdom
Film Divisio
Subfilum Kelas
Kelas Ordo
Ordo Familia
Familia Genus
Genus Spesies
spesies

Alternatif sistem kalasifikasi
1. 2 Kingdom: Plantae (tumbuhan) dan Animalia (hewan)
2. 3 Kingdom: Plantae (berfotosintesis), Fungi (menguraikan medium dan menyerapnya) dan Animalia (menelan makanan padat, heterotrof)
3. 4 Kingdom: Prokariotik (tak bermembran inti), Eukariotik (bermembran inti): Fungi, Plantae, Animalia
4. 5 Kingdom: Monera (bakteri dan ganggasng hijau biru), Protista (Protozoa dan ganggang), Fungi (jamur), Plantae (Bryophyta, Pterydophyta, dan Spermatophyta), dan Animalia
5. 6 Kingdom: Virus, Monera, Protista, Fungi, Plantae, Animalia

8. Kunci determinasi (kunci dikotomis) adalah kunci yang digunakan untuk mengenali, mengidentifikasi, dan mengelompokkan organisme

Besaran Dan Satuan


1. Besaran Dasar (Besaran Pokok)
: beasaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu (telah ditetapkan / bukan hasil penurunan besaran lain)
NO. Nama besaran Lambang / Dimensi Satuan SI / mks Ejaan
1 Panjang L m Meter
2 Massa M kg Kilogram
3 Waktu T S Second
4 Kuat Arus Listrik I A Ampere
5 Suhu K Kelvin
6 Jumlah Zat N mol Mol
7 Intensitas Cahaya J cd Candela
MENURUT SI (Standar Internasional)
ADA 7 (tujuh) BESARAN DASAR / POKOK

2. Besaran Turunan
:besaran yang diturunkan dari besaran pokok (ex: luas, kecepatan, volume, dll)
Contoh:
Kecepatan (v) Gaya
v= S (perpindahan) F= m (masa).a (percepatan)
t (waktu) = kilogram . meter/sekon2
= meter = MLT-2
Sekon
= LT-1


3. Angka Penting (AP)
: angka yang di dapat dari hasil pengukuran

3.1 Aturan Angka Penting
a. semua angka bukan 0 (nol)........126,35= 5 AP
b. angka 0 (nol) yang diapit 2 (dua) angka penting....23,001= 5 AP
c. angka 0 yang di belakang angka bukan 0, yang masih di depan , (koma)....2100,00= 4 AP
d. angka 0 di depan , (koma) BUKAN ANGKA PENTING.....0.000054= 2 AP
e. angka 0 di belakangangka bukan 0 yang merupakan decimal dianggap BUKAN ANGKA PENTING,.....2,00000= 1 AP
tapi jika ada tanda khusus dianggap penting.....20,00= 4 AP

3.2 Penggunaan AP pada Operasi Bilangan
a. Penjumlahan dan Pengurangan
: hasil penjumlahan harus memuat AP sebanyak AP paling sedikit dari bilangan yang dijumlahkan...3.001 (4 AP) + 0.1 (1 AP)= 3 (1 AP)
b. Perkalian dan Pembagian
: hasi perkalian harus memuat angka taksiran (AP paling belakang) paling besar...6.12 (AT= 2/100) x 0.0024 (AT= 4/10000)= 0.014688= 0.01 (hasil= 1 AP)
c. Pemangkatan dan Pengakaran
; hasilnya memiliki AP sama dengan bilangan yang dipangkatkan/ diakar....2,52= 6,25= 6,2 (hasil= 2 AP)


4. Vektor
Vektor: besaran yang memiliki besar (nilai) dan arah....(perpindahan, kecepatan, percepatab, gaya, impuls, momentum, momen gaya, kuat medan magnet, dll.)
Skalar: besaran yang hanya memiliki nilai (besar)...(besaran pokok, jarak, laju, usaha, energi, massa jenis, luas, volume, tekanan, muatan listrik, potensial listrik, kapasitas, dll.)

Operasi Vektor
Penjumlahan Dan Pengurangan

R2= A2 + B2 + 2 A B COS[sudut apit]


Ax= A cos [sudut apit]

Ay= A sin [sudut apit]

ARAH “R”= tg [sudut apit]= dy / dx